Rabu, 05 Oktober 2011

MENGUPAS PERPARKIRAN DI PERKOTAAN

Tingginya populasi penduduk yang dibarengi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin tinggi berimplikasi pada peningkatan arus transportasi baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Selain masalah kemacetan yang kerap menjadi topik pembahasan, masalah parkir juga menjadi persoalan sendiri yang dialami oleh kota-kota besar di dunia. Permasalahan parkir ini dibahas oleh Ir. Iskandar Abubakar, M.Sc  buku berjudul “Parkir : Pengantar Perencanaan dan Penyelenggaraan Fasilitas Parkir”.

Buku yang diterbitkan oleh Transisndo Gastama Media ini terdiiri dari 11 bab yang terdiri dari Pendahuluan, Satuan Ruang parkir, Karakteristik Parkir, Cara Parkir, Tempat Parkir, Parkir yang Berwawasan Lingkungan, Perangkat Pendukung Parkir, Parkir Pintar, Kebijakan Parkir, Pengelola Parkir, Pengendalian Parkir. Buku yang berisi 137 halaman ini memaparkan cakupan menyangkut beberapa hal mulai dari perencanaan perparkiran, pengoperasian dan pengendalian parkir, karakteristik parkir, desain pelataran dan gedung parkir, sirkulasi, kebijakan yang perlu dilakukan dalam rangka mengoptimasi parkir, membatasi ruang parkir, sebagai bagian dari manajemen lalu lintas.Berdasarkan data yang tercatat, penjualan otomotif nasional jelang penghujung tahun 2010 tetap melaju kencang. Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) memproyeksi penjualan mobil secara nasional tahun 2010 naik sekitar 20% dibanding tahun sebelumnya. Tercatat tahun 2009 angka penjualan mobil mencapai sekitar 485.000. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, kebutuhan ruang parkir juga semakin meningkat. Kondisi ini seharusnya diantisipasi oleh pemerintah dalam mengoptimalkan ruang parkir dengan berbagai kebijakan seperti kebijakan menyangkut tarif parkir, kebijakan waktu, serta pembatasan ruang parkir.

Persoalan mengenai masalah perparkiran dikupas oleh Iskandar melalui buku ini dengan bahasa yang lebih sederhana dan populer sehingga dapat dimengerti oleh pembaca dari kalangan mahasiswa dan taruna. Selain itu, pengalaman karir Iskandar dalam bidang transportasi sejak tahun 1978 tentunya menjadikan buku ini menjadi sangat tepat untuk dijadikan sebagai salah satu acuan bagi kalangan pemerintah daerah kabupaten dan kota dalam merencanakan kebijakan dan pengaturan dan penyelenggaraan perparkiran yang semakin komplek mulai dari pengaturan parkir di pinggir, hingga parkir di luar ruang jalan, termasuk di gedung-gedung dan perkantoran. Iskandar yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan dan pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal perhubungan Darat tentunya tidak hanya memaparkan persoalan yang kerap ditemui pada sistem perparkiran di perkotaan namun juga menyajikan langkah solutif yang didasarkan pada data di lapangan. (ARI)
Sumber : situs hubdat.web.id

Jumat, 08 Juli 2011

EVENT MAJALAH KONTAN DI APARTEMENT 
SETIABUDI JAKARTA SELATAN



EVENT WEEDING DI RUMAH RANADI KEMANG 
JAKARTA SELATAN

 

Kamis, 26 Mei 2011

VALET PARKING APAAN SIH?

LEBIH DEKAT DENGAN VALET PARKING
valet parkir adalah parkir layanan yang ditawarkan oleh beberapa restoran , toko, dan usaha, khususnya di Kota-kota besar. Berbeda dengan "memarkirkan kendaraan sendiri", di mana pelanggan menemukan tempat parkir mereka sendiri, 'kendaraan pelanggan diparkir untuk mereka oleh seseorang yang disebut pelayan/petugas valet . Layanan ini biasanya di kenakan  biaya yang harus dibayar oleh pelanggan atau sering pula ditawarkan secara gratis oleh pengelolanya sebagai service tambahan bagi customernya.

Seorang petugas valet biasaya di ambil dari perusahaan valet pihak ketiga. Biaya yang di kenakan biasanya tidak berdasarkan waktu atau lamanya kendaraan tersebut di parkirkan, melainkan satu paketr. Ini adalah kebiasaan di pengenaan tarif di perusahaan Valet dan untuk pemberian tip  bagi para petugas valet biasanya terserah kepada pengguna jasa valet itu sendiri tanpa harus tetapkan besarannya. Valet parkir paling sering ditawarkan dan sangat berguna bagi pemilik kendaraan di kota-kota besar yang lahan parkirnya cukup terbatas, jumlah kendaraannya sangat padat, sehingga pemilik kendaraan enggan berlama-lama mencari lahan parkir, makanya dengan adanya perusahaan valet parkir sangat membantu sekali bagi para customer yang ingin mengunjungi pusat pertokoan, mall, rumah sakit atapun juga restaurant hingga membuat kenyamanan pengunjung.
Biasanya bagi pengguna layanan valet parkir, bisa langsung memberikan kunci kepada petugas valet, hal ini harus mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pengelola valet. Karena para pengguna telah menyerahkan mobilnya untuk di parkirkan oleh petugas valet, oleh karena itu para pengguna valet harus selektif dalam menggunakan jasa valet parking tersebut.
Valet Parking Menawarkan kemewahan
Valet parkir juga menambahkan sentuhan kemewaha dibandingkan dengan parkir sendiri. Banyak lokasi dan acara yang menyediakan layanan valet dan parkir valet untuk para tamunya, karena para pemilik kendaraan tidak perlu repot-repot menuju tempat parkir, melainkan hanya menunggu di lobby ataupun tempat pick up dan dilayani ibarat seorang bangsawan atau tamu istimewa.
Tempat-tempat Valet
Seperti dijelaskan di atas, beberapa jenis tempat menawarkan parkir valet, anara lain :
1.       Event Single: pelayan pribadi ini biasanya disewa untuk acara-acara spesial, seperti wedding, universary, launching product, grand opening dan lain sebagainya, dimana tamu undangan yang datang cukup banyak yang menggunakan kendaraan tetapi lahan parkirnya sangat terbatas ataupun tidak ada, sehingga jasa valet parkir sangat membantu dalam  mensukseskan acara-acara spesial tersebut.

  1. Restoran atau Bar: di tempat ini pula biasanya pengelola restoran dan bar menggunakan jasa valet parkir untuk memberikan kemudahan bagi pengunjungnya untuk memarkikan kendaraanya dan juga sebagai daya tarik tambahan, agar para pengunjung lebih sering datang karena tersedianya petugas valet parkir.

  1. Hotel: juga merupakan tempat yang sering menggunakan layanan valet parkir untuk para tamunya, agar memudahkan tamu mendapatkan lahan parkir dan tidak perlu repot-repot mencari pakir yang biasanya di basement yang cukup jauh.

  1. Bandara: Pengelola bandara juga menawarkan parkir valet di bandara. Layanan ini juga ditawarkan saat parkir di sebuah hotel di bandara.

Senin, 07 Maret 2011

APA ITU VALET PARKIR


PENGERTIAN VALET PARKIR
Parkir valet adalah kegiatan untuk memarkirkan kendaraan oleh petugas valet, sehingga tidak perlu lagi untuk pemilik kendaraan mencari tempat parkir yang luang tetapi sudah dilakukan oleh petugas valet parkir. Untuk itu pemilik/pengemudi kendaraan turun dari mobil di depan lobi pusat perbelanjaan, hotel, restoran, kantor dan menyerahkan mobil kepada petugas yang kemudian memarkirkan kendaraan. Pada saat selesai aktivitas di gedung yang bersangkutan pemilik tinggal menyerahkan kupon tanda terima mobil kepada petugas yang kemudian mengambil kendaraannya.

Biaya pengunaan valet
Untuk memarkirkan kendaraan oleh valet biasanya dikenakan biaya tambahan di samping tarif parkir yang diberlakukan (biasanya berdasarkan waktu). Biaya resminya tergantung kepada tempatnya, di Jakarta berkisar antara Rp 5000 sampai dengan Rp. 20 000.- ataupun lebih besar dari itu ditempat-tempat mewah seperti hotel bintang lima atau restoran mewah. Petugas valet biasanya masih diberi tip di luar tarip resmi. Tetapi ada juga tempat yang menyediakan valet gratis untuk menarik pengunjung terutama pada tempat-tempat yang ruang parkirnya terbatas atau tidak ada ruang parkir di depan kegiatan sehingga kendaraan harus diparkir jauh, untuk itu valet akan memarkirkan kendaraan pengunjung.
Efisiensi
Dengan adanya valet mobil bisa diparkir berdekatan dengan ruang bebas antar kendaraan yang lebih kecil serta tidak perlu menyediakan ruang untuk gang kendaraan, sehingga bisa meningkatkan efisiensi lahan parkir[1], hanya saja petugas valet akan kerepotan untuk mengatur kendaraan yang keluar dari ruang parkir yang terparkir dibagian dalam lapangan parkir. Permasalahan yang terjadi dengan cara ini adalah waktu pelanggan valet menunggu kendaraannya diambil menjadi lebih lama.
Kemewahan
Parkir valet ini merupakan bagian dari kemewahan, dan merupakan gaya hidup khususnya kelompok menengah kea tas yang mengemudikan kendaraannya sendiri yang biasanya berupa mobil mewah/ mobil sport dan tidak punya waktu untuk mencari ruang parkir sendiri terutama di tempat-tempat yang ruang parkirnya terbatas. Di samping itu pintu dibukakan oleh petugas valet dan kadang-kadang disediakan fasilitas pencucian kendaraan, baik luar maupun dalam kendaraan.
Perusahaan penyelenggara valet
Pelaksanaan layanan valet dapat di-outsource kepada perusahaan penyelenggara valet[2]. Perusahaan penyedia valet ini harus memperkerjakan petugas yang bisa mengemudikan semua jenis kendaraan, baik yang manual maupun automatik serta kendaraan-kendaraan mewah dengan baik, jangan sampai kendaraan tersebut tersenggol selagi memarkir kendaraan tamu ditempat parkir. Di samping itu kejujuran petugas valet sangat penting agar barang seperti telepon genggam, dompet atau barang-barang lain yang tertinggal di mobil tidak diambil oleh petugas valet, untuk itu sebelum mobil diserahkan kepada petugas valet sebaiknya diperiksa terlebih dahulu dan mengingatkan pemilik akan barang yang tertinggal di mobil.
Pelanggan perusahaan harus bisa memberikan pelayanan:
  • Acara tunggal, seperti acara resepsi pernikahan baik di gedung atau dirumah, khususnya dirumah yang tidak terdapat tempat parkir memadai.
  • Restoran atau bar
  • Hotel
Bandara, khususnya untuk penjemput atau parkir nginap

Jumat, 04 Maret 2011

GAYA PARKIR DI KOTA-KOTA BESAR

 BUDAYA PARKIR ORANG KOTA

Valet parking berasal dari negeri Prancis, valet (tanpa parking) adalah sebuah kata yang langsung mengingatkan orang pada pelayanan parkir kelas atas tanpa cacat.
Kata valet berasal dari bahasa Prancis yang berarti pelayan. Keluarga kaya dan ningrat di Prancis memiliki valet de pied, pelayan khusus dengan seragam khusus untuk melayani tuan dan nyonya rumah. Istilah ini kemudian digunakan untuk kegiatan memarkir mobil. Dari Prancis, istilah ini menyeberang ke Amerika menjadi valet parking. Di negeri itu, pelayanan parkir model ini sudah menjadi bagian dari setiap acara besar--di luar hotel dan restoran bergengsi. Acara Piala Oscar, misalnya, selalu menyertakan valet parking. Bintang film akan melenggang meninggalkan mobil mahalnya begitu saja. Dan si petugas valet sigap menyambar kunci mobil lalu memarkirnya ke tempat yang aman.
Di Indonesia--Jakarta, tepatnya--valet parking diperkenalkan pada 1994. Kini CITRA VALET PARKING memiliki beberapa  outlet di seluruh Jakarta.
Berbeda dengan Secure Parking, CITRA VALET PARKING tidak menyediakan tempat parkir atau mengelola parkir di sebuah lokasi. Yang ditawarkan valet semata-mata jasa. Tujuannya, agar si pemakai mobil tidak perlu berputar-putar mencari lokasi parkir dan memarkirnya sendiri. Cukup berhenti di depan pintu, lalu serahkan kunci ke petugas CITRA VALET PARKING yang berseragam. Si pemilik mobil akan menerima sebuah tiket yang sekaligus menunjukkan biaya minimum yang harus dibayar pada saat mobil itu dikembalikan petugas ke pemiliknya. Biaya sekitar Rp 10.000.
Menurut Mus, biaya minimal ini untuk membayar parkir di lokasi tersebut. Biaya ini yang kemudian ditagihkan kembali ke konsumen dalam bentuk ongkos minimum. Sedangkan tipnya, terserah konsumen. Besarnya, menurut Mus, Rp 1000. hingga Rp 10.000." Bisa juga lebih dari itu. Amelia, seorang konsultan hubungan masyarakat di Jakarta, yang kerap menggunakan jasa valet di dalam dan luar negeri, menyebutkan bahwa ia biasa membayar Rp 10.000 untuk sekali menggunakan valet parking di Jakarta.
Selain menyewakan jasa pada 11 outlet, Citra Valet Parking juga kerap mengelola acara pesta atau resepsi. Jasa ini tidak ditetapkan dengan patokan harga. Jadi, kelebihan pemasukan--di luar ongkos minimun--banyak bergantung pada tip konsumen. Dalam sebulan, menurut Mus, event yang di tangani oleh Citra Valet Parking berkisar antara 2-3 acara, dengan nilai kontrak sesuai dengan kesepakatan dan tergantung pada jumlah personil, banyaknya undangan, tempat parkir dan lain sebagainya.
Sebagai valet parking, CITRA VALET PARKING SERVICE tidak punya hubungan operasional atau komitmen apa pun dengan PB Perparkiran DKI. Alasannya? "Kita tidak memungut biaya parkir dengan patokan harga tertentu, baik dari segi waktu maupun tempat. Yang membayar parkir si konsumen, kita hanya memarkirkan dan memperoleh tip dari situ. Makanya kita tidak punya hubungan apa-apa dengan dinas perparkiran," tutur alumni Universitas terkemuka di Jakarta ini.
Standar pelayanan valet berlaku internasional. Misalnya, si petugas tidak boleh mengubah tempat duduk karena akan membingungkan pemilik mobil saat ia harus menyetir kembali mobilnya.
Valet, dalam dunia Barat, sudah menjadi pola hidup yang sangat membudaya. Mobil mewah seperti BMW selalu menyertakan kunci khusus valet untuk setiap produknya. Sehingga si pemilik mobil masih menyimpan kunci pribadi selain kunci valet yang digunakan petugas. Jakarta kini sudah menjadi bagian dari budaya parkir internasional. Yang masih perlu dijaga, barangkali "budaya pelayanan"-nya. Sehingga orang tak perlu terus-menerus menulis surat protes di media massa untuk sebuah servis yang seharusnya tanpa cacat dari mutu dan citra.

Gaya Parkir di Kota-Kota Besar

Gaya Parkir Orang Kota


Tiga surat pembaca muncul di sebuah harian terkenal Ibu Kota pada Mei - Oktober 1997. Isinya senada: memprotes pelayanan valet parking di dua hotel dan sebuah restoran di Jakarta Pusat dan Selatan. Hanya tiga surat. Tapi untuk sebuah pelayanan valet, tiga surat protes dalam lima bulan bisa membuat dek-dekan. Maklum, di negeri asalnya, Prancis, valet (tanpa parking) adalah sebuah kata yang langsung mengingatkan orang pada pelayanan parkir kelas atas tanpa cacat.
Kata valet berasal dari bahasa Prancis yang berarti pelayan. Keluarga kaya dan ningrat di Prancis memiliki valet de pied, pelayan khusus dengan seragam khusus untuk melayani tuan dan nyonya rumah. Istilah ini kemudian digunakan untuk kegiatan memarkir mobil. Dari Prancis, istilah ini menyeberang ke Amerika menjadi valet parking. Di negeri itu, pelayanan parkir model ini sudah menjadi bagian dari setiap acara besar--di luar hotel dan restoran bergengsi. Acara Piala Oscar, misalnya, selalu menyertakan valet parking. Bintang film akan melenggang meninggalkan mobil mahalnya begitu saja. Dan si petugas valet sigap menyambar kunci mobil lalu memarkirnya ke tempat yang aman.
Di Indonesia--Jakarta, tepatnya--valet parking diperkenalkan pada 1994. Yang ditawarkan valet semata-mata jasa. Tujuannya, agar si pemakai mobil tidak perlu berputar-putar mencari lokasi parkir dan memarkirnya sendiri. Cukup berhenti di depan pintu, lalu serahkan kunci ke petugas Valet Parkir yang berseragam rompi bergaris-garis hijau. Si pemilik mobil akan menerima sebuah tiket yang sekaligus menunjukkan biaya minimum yang harus dibayar pada saat mobil itu dikembalikan petugas ke pemiliknya. UntukCitra Valet Parking Rp 10.000.
Menurut Muslihun, biaya minimal ini untuk membayar parkir di lokasi tersebut. Biaya ini yang kemudian ditagihkan kembali ke konsumen dalam bentuk ongkos minimum. Sedangkan tipnya, terserah konsumen. Besarnya, menurut Muslihun, Rp 1000 hingga Rp 10.000." Bisa juga lebih dari itu. Amelia, seorang konsultan hubungan masyarakat di Jakarta, yang kerap menggunakan jasa valet di dalam dan luar negeri, menyebutkan bahwa ia biasa membayar Rp 10.000 untuk sekali menggunakan valet parking di Jakarta.
Selain menyewakan jasa pada beberapa tempat, Citra Valet Parking juga kerap mengelola acara pesta atau resepsi. Jasa ini tidak ditetapkan dengan patokan harga. Jadi, kelebihan pemasukan--di luar ongkos minimun--banyak bergantung pada tip konsumen. Dalam sebulan acara seperti ini bisa mencapai 2-3 event per bulan dengan kontrak bervariasi menurut  kesepakatan pengguna jasa serta jumlah undangan serta sulit tidaknya lokasi parkir yang akan di gunakan untuk lahan parkir serta banyaknya personil yang di gunakan.
Sebagai valet parking, Citra Valet Parkir  tidak punya hubungan operasional atau komitmen apa pun dengan PB Perparkiran DKI. Alasannya? "Kita tidak memungut biaya parkir dengan patokan harga tertentu, baik dari segi waktu maupun tempat. Yang membayar parkir si konsumen, kita hanya memarkirkan dan memperoleh tip dari situ. Makanya kita tidak punya hubungan apa-apa dengan dinas perparkiran," tutur alumni Universitas terkemuka di Jakarta ini.
Standar pelayanan valet berlaku internasional. Misalnya, si petugas tidak boleh mengubah tempat duduk karena akan membingungkan pemilik mobil saat ia harus menyetir kembali mobilnya.
Valet, dalam dunia Barat, sudah menjadi pola hidup yang sangat membudaya. Mobil mewah seperti BMW selalu menyertakan kunci khusus valet untuk setiap produknya. Sehingga si pemilik mobil masih menyimpan kunci pribadi selain kunci valet yang digunakan petugas. Jakarta kini sudah menjadi bagian dari budaya parkir internasional. Yang masih perlu dijaga, barangkali "budaya pelayanan"-nya. Sehingga orang tak perlu terus-menerus menulis surat protes di media massa untuk sebuah servis yang seharusnya tanpa cacat dari mutu dan citra.

Kamis, 17 Februari 2011

TIP PARKIR AMAN KENDARAAN

Tips Parkir Aman

Kejadian ini sebenarnya terjadi beberapa waktu yang lalu, saya coba untuk melupakannya tetapi masih kebayang saja rasa penyesalan saya. Saya coba tulis dalam blog hidup aman ini agar mengingatkan saya dan mungkin membantu teman-teman yang lain agar tidak mengalami hal yang sama.
Akhir tahun 2010, istri saya membeli sebuah mobil yang menjadi kebanggaan kami, walaupun mobil itu statusnya masih dalam proses menjadi milik kami, karena masih harus nyicil sampe 4 tahun kedepan :)
Tetapi proses menyicil atau kredit ini memberikan keuntungan tambahan bagi kami karena pihak pemberi kredit mewajibkan kami untuk mempunyai asuransi pada mobil tersebut.
1 minggu kemudian, saya berkendara sendiri berkeliling kota. Di siang yang terik, tiba-tiba perut memanggil untuk diisi makanan, saya pun memutuskan untuk mencari warung makan di sepanjang perjalanan pulang saya. Ketika saya menemukan warung tersebut, langsung parkir di depan warung tersebut dan makan dengan lahap.
Saat sedang asyik makan terdengar bunyi krek..krek..krek.. dan alarm mobil saya berbunyi. Tahukah anda apa yang terjadi? Mobil saya, terserempet oleh bis besar sampai bumper saya penyok.
Mungkin beberapa hal berikut perlu anda perhatikan sebelum parkir :
  1. Untuk alarm, pastikan selalu on, sehingga apablia terjadi sesuatu dengan mobil kita, alarm dapat memberitahu kita secara langsung.
  2. Perhatikan posisi mobil kita, apakah sudah cukup masuk ke dalam halaman parkir atau masih ada bagian mobil yang masih menjorok ke jalan dan berpotensi terserempet oleh kendaraan lain. Bila perlu tanyakan kepada tukang parkir atau pengelola parkir untuk tempat parkir yang aman.
  3. Perhatikan lokasi di sekitar mobil anda, apakah banyak mobil-mobil besar, seperti bus atau truk, yang berlalu-lalang. Seperti kita tahu semakin besar mobil maka semakin besar blind spot-nya. Ternyata di sebelah warung tempat saya makan ada kantor agen sebuah bis jurusan luar kota.
Semoga tips tersebut bisa membantu anda, untuk mendapatkan parkir yang aman dan terhindar dari serempetan terhadap mobil anda, terlebih lagi kalau mobil tersebut masih baru. Walaupun ada asuransi tetap saja anda membutuhkan biaya dan waktu untuk memperbaiki semua kerusakan.

Parkir Sulit Capai Target

Parkir Sulit Capai Target, DPRD DKI Penasaran

Sabtu, 27 November 2010 - 2:22 WIB
| More
Parkir Sulit Capai Target, DPRD DKI Penasaran JAKARTA (Pos Kota) – Kesemrawutan manajemen perparkiran menjadi sorotan kalangan DPRD DKI. Di antaranya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah area parkir yang ada di Jakarta.
Kegiatan tersebut dilakukan di kawasan Jalan Sabang/Jl H Agus Salim dan Jatinegara. Menurut Ketua Komisi C DPRD DKI, Ridho Kamaludin, dalam masalah perparkiran ini pihaknya menyoroti masalah pajak retribusi dari sektor tersebut yang setiap tahunnya tidak pernah mencapai target. “Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI melalui retribusi parkir diperkirakan potensinya mencapai Rp 180 miliar. Tapi kenyataan kenapa selalu sulit mencapai target. Ini yang buat kami penasaran,” cetus Ridho, Jumat (26/11).
Dalam sidak itu, Ridho juga didampingi sejumlah pimpinan komisi C, yakni Wakil Ketua Komisi C Cinta Mega, Sekretaris Komisi C Santoso, dan Anggota Komisi C Achmat Ismail Rawi, sidak ini juga membuktikan pelaksanaan aturan mengenai retribusi dan pajak parkir di Jakarta berjalan dengan baik, atau masih memerlukan perbaikan.
“Sebagai kota metropolitan yang juga ibukota negara, Jakarta dihadapkan pada berbagai masalah yang lazim dihadapi kota-kota besar. Di antaranya terkait dengan masalah lalu lintas dan pelayanan parkir,” ujar dia.
Untuk mengatasi persoalan ini, diperlukan perbaikan sistem. Diharapkan juga subsidi yang selama ini diberikan APBD untuk penyelenggaraan parkir bisa berangsur-angsur berkurang.
Sementara itu anggota Komisi C lainnya, Cinta Mega, tidak menampik jika dengan sistem yang diterapkan selama ini memang sangat sulit dilakukan pengawasan. Terutama yang berada di tepi jalan (on street). Tidak hanya itu dikatakan politisi PDI Perjuangan ini, pihaknya berharap adanya perbaikan sarana dan fasilitas area parkir dalam gedung (off street). “Hal ini perlu dilakukan untuki merangsang potensi parkir yang ada,” cetus Cinta.
Sementara Kepala Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI Jakarta, Iwan Setiawandi,  mengatakan potensi pajak dari sektor parkir hingga kini masih potensi untuk menyumbang ke PAD. Karena itu, keberadaan parkir off street harus bisa dioptimalkan dalam pembayaran pajak. Tentunya dengan mengedepankan proses pengawasan oleh instansi terkait.
“Pertumbuhan kendaraan di ibukota cukup signifikan. Berbarengan dengan kondisi tersebut, areal parkir off street tentunya akan mendapatkan dampak yang signifikan. Karena itu diharapkan seluruh instansi terkait yang bisa mengawasi penyelenggaraan parkir bisa menjalankan fungsi masing-masing secara maksimal,” kata Iwan.
Dari catatan yag diperoleh, pada triwulan I/2010, pendapatan dari sektor parkir mencapai Rp 25,75 miliar. Sedangkan pada penerimaan triwulan II/2010, pajak parkir mencapai Rp 29,92 miliar. Kondisi pendapatan tersebut, kata Iwan, bisa lebih ditingkatkan pada tahun anggaran selanjutnya.
“Pengawasan merupakan kunci dari upaya peningkatan PAD dari retribusi dan pajak parkir,” tukasnya. (guruh/s

Minggu, 16 Januari 2011

SUSAHNYA MENCARI LAHAN PARKIR DI JAKARTA

Add caption
Saat ini pertumbuhan kendaraan bermotor sudah cukup memprihatinkan, hal ini di akibatkan pertumbuhan industri kendaraan tidak sebanding dengan luas jalan yang ada di setiap ibukota dan di perkirakan pada tahun 2030 DKI Jakarta akan mengalami kemacetan yang luar biasa, jika tidak di antisipasi dari sekarang maka akan menjadi bumerang dan menghambat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi dan akan berakibat tingginya angka kejahatan di ibukota.
Oleh karena itu pemerintah hendaknya mencari alternatif-alternatif lain untuk mengantisipasi terjadi kemacetan yang cukup parah tersebut, misalnya dengan membuat ruas jalan baru, ataupun juga berani memberlakukan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor pada jam-jam sibuk, sehingga akan berdampak menurunnya jumlah pemakaian kendaraan atau bisa juga di berlakukan nilai pajak yang cukup tinggi sehingga masyarakat yang akan membeli kendaraan akan berpikir 2 (dua) kali dan menjadi tidak berminat untuk membeli kendaraan, sementara yang lebih penting adalah pemerintah juga membenahi transportasi massal, yang aman, nyaman dan tidak berdesak-desakan, sehingga banyak alternatif lain bagi masyarakat jika tidak menggunakan kendaraan pada jam-jam sibuk, semoga pemerintah bisa melakukan hal-hal yang spektakuler untuk mengurangi kemacetan yang cukup tinggi, semoga saja, kita tunggu bersama.